Pemerintah China Mulai Memberikan Vaksin Covid-19 Kepada Anak Usia Tiga Tahun

Jakarta - China mulai memberikan vaksin Covid-19 kepada anak-anak berusia tiga tahun. China kini tengah bergelut munculnya varian delta yang memicu lonjakan kasus positif.

Media lokal melaporkan, sejumlah lokasi di China memberikan vaksin untuk anak-anak berusia antara tiga hingga 11 tahun.

Vaksin yang dikembangkan oleh produsen obat lokal milik negara Sinovac Biotech dan Sinopharm sebelumnya telah diberikan kepada mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Pemerintah China mengizinkan penggunaan vaksin pada mereka yang berusia di atas tiga tahun pada Juni lalu.

Dilansir dari laman Strait Times, Selasa (26/10), China termasuk salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di antara negara-negara besar, dengan 75 persen dari 1,4 miliar penduduknya sudah divaksinasi lengkap.

China kini mulai memberikan vaksin booster kepada warganya.

Vaksin yang diberikan kepada anak-anak di China menggunakan teknologi vaksin nonaktif yang lebih tradisional. Uni Emirat Arab mengizinkan vaksin Sinopharm untuk anak-anak berusia tiga tahun pada Agustus.

Argentina juga memvaksinasi anak berusia 3 hingga 11 tahun dengan Sinopharm. Chili, yang sangat bergantung pada Sinovac untuk peluncurannya yang lebih luas, sekarang memberikannya kepada anak-anak berusia enam tahun ke atas.

Namun, information publik tentang kemanjuran suntikan Cina pada anak-anak sangat minim. Sinovac merencanakan uji klinis untuk anak-anak di Afrika Selatan.

Sementara regulator obat Brasil menolak permohonan Sinovac untuk digunakan pada anak di bawah umur pada bulan Agustus dan meminta information yang lebih baru tentang kinerja vaksin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Jerman Larang Warganya yang Tidak Melakukan Vaksinasi Untuk Masuk ke Tempat Umum

Perusahaan Google Akan Memecat Karyawan yang Tolak Vaksinasi

Menteri Kesehatan Akui di Kemenkes Ada Kasus Covid-19 Tak Usah Lockdown se-Dki, Cukup WFH 2 Minggu