Pemerimtah China Melarang Warganya Untuk Bepergian Ke Singapura Karena Lonjakan Kasus Covid-19

JakartaKedutaan Besar China di Singapura meminta warga negaranya tidak mengunjungi negara tersebut kecuali ada kepentingan karena lonjakan kasus Covid-19 di Singapura.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (13/9), kedutaan menyatakan Singapura mencapai lebih 500 infeksi per harinya selama empat hari terakhir, dan angkanya diperkirakan akan mencapai ribuan.

Kedutaan menyampaikan puluhan warga China di Singapura telah tertular infection tersebut dan meminta pertolongan, termasuk turis dan pendatang sementara yang berkunjung untuk tujuan bekerja atau mengunjungi keluarganya.

Saat ini, orang dapat memasuki Singapura tanpa menjalani karantina, namun mereka harus menjalani tes saat tiba dan melakukan isolasi mandiri sampai hasil tesnya negatif.

" Melihat situasi terkini di Singapura, kedutaan besar menjelaskan ulang jika pergi melintasi perbatasan selama pandemi itu berbahaya," jelasnya, menambahkan untuk tujuan mengunjungi negara kota tersebut harus "berhati-hati" dan mempertimbangkan kembali rencana mereka, dikutip dari South China Early morning Blog Post, Selasa (14/9).

Singapura, salah satu negara dengan 81 persen penduduk telah divaksinasi penuh, sedang melawan peningkatan kasus. Pada Senin kemarin, ada 597 infeksi domestik, namun angka kasus di rumah sakit dan perawatan intensif tetap relatif stabil.

Pekan lalu pihak berwenang mengatakan lockdown tidak diperlukan namun akan memperketat peraturan karena takut rumah sakit akan menjadi kewalahan. Pemerintah akan memantau situasi sebelum mempertimbangkan membuka kembali aktivitas ekonomi dan sosial.

Sementara itu, rumor yang tersebar luas di system media sosial China, Weibo, penyanyi Singapura, Lin Jun Jie, lebih dikenal sebagai JJ Lin, berhubungan dengan wabah Covid di Provinsi Fujian, China.

Pekan lalu, ahli kesehatan China mengatakan wabah mungkin disebabkan oleh pasien yang kembali ke Putian dari Singapura dan dites positif, berdasarkan Global Times, yang menjelaskan nama panggilan pasien adalah Lin. Media China lainnya melaporkan nama pasien memiliki karakter nama "Lin" dan "Jie", mengarah kepada spekulasi nama dari penyanyi asal Singapura tersebut.

Namun pada unggahan Weibo pada Jumat, Lin diindikasikan bukan pasien tersebut oleh penandaan geografis Singapura sebagai lokasi terakhir dan mengunggah foto bersama temannya di kota negara.

Pada unggahan yang terpisah di hari Sabtu, Lin mengunggah foto dirinya menggunakan masker, dengan keterangan: "Kesehatan yang baik adalah kunci untuk mencapai kondisi mental yang ideal."

Beberapa netizen membela Lin, menjelaskan penyanyi tersebut telah mendokumentasikan dirinya menerima dosis vaksin di Singapura di akhir Agustus. Unggahan lainnya di awal bulan itu juga menunjukkan Lin mengendarai sepedanya di location Marina Bay.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Jerman Larang Warganya yang Tidak Melakukan Vaksinasi Untuk Masuk ke Tempat Umum

Menteri Kesehatan Akui di Kemenkes Ada Kasus Covid-19 Tak Usah Lockdown se-Dki, Cukup WFH 2 Minggu

Perusahaan Google Akan Memecat Karyawan yang Tolak Vaksinasi